By Hussein Sayed, Chief Market Strategist with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Ditulis 28/11/2019 pukul 06.15 GMT
•    Indeks utama AS mencapai rekor tertinggi baru di hari Rabu 
•    Saham AS tergelincir setelah Presiden Trump tanda tangani UU pro-demokrasi Hong Kong
•    Survei pemilu jadi penggerak utama trader Pound 

Indeks utama AS dan imbal hasil Treasury mengalami reli di malam hari. S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan NASDAQ Composite mencapai rekor tertinggi baru setelah rilis data ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi. 

PDB kuartal ketiga naik lebih tinggi dari proyeksi awal. Ekonomi AS berkembang dengan laju 2.1%, dibandingkan data pertama 1.9%. Revisi naik untuk akumulasi persediaan adalah kontributor besar pada data revisi ini, dan merefleksikan keyakinan bisnis, bahkan jika sifatnya sedikit kurang positif. Pemesanan barang modal inti AS di bulan Oktober mencapai kenaikan terbesar dalam sembilan bulan, yang juga menyiratkan bahwa perusahaan lebih yakin untuk berbelanja mesin dan barang tahan lama lainnya. Investasi bisnis adalah faktor yang pengaruhnya tidak besar dalam pertumbuhan ekonomi terkini AS, yang sangat mengandalkan konsumen. Jika data terus menunjukkan optimisme bisnis, PDB kuartal keempat juga dapat memberi kejutan positif. 

Trump tanda tangani UU pro-demokrasi Hong Kong

Reli pasar saham global selama beberapa pekan terakhir digerakkan terutama oleh laporan dan pernyataan resmi bahwa kesepakatan dagang "fase satu" AS-Tiongkok hampir tercapai.  Persetujuan legislasi Hong Kong yang mendukung demonstran kemungkinan mengancam kesepakatan dagang, karena Tiongkok menekankan kembali ancamannya untuk melakukan langkah balasan. 

Walau begitu, melihat reaksi awal dari sesi trading Asia, sepertinya investor tidak terlalu khawatir. Walaupun pasar saham menurun, penurunannya tidak signifikan dan tidak menunjukkan ancaman besar terhadap pasar bull saat ini. Walau begitu, reli mungkin terhambat hingga ada kejelasan mengenai kesepakatan dagang. Jika investor merasa kesepakatan dagang benar-benar terancam, aksi jual besar-besaran dapat terjadi di bulan Desember. Investor masih waspada dan memantau untuk saat ini. 

Mata uang terjebak di rentang sempit 

Yen sebagai mata uang safe haven menguat terhadap mata uang mayor lainnya setelah Presiden Trump menandatangani UU pro-demokrasi Hong Kong, namun reaksi ini bersifat terbatas, dan sebagian besar mata uang mayor masih berada di rentang trading yang sempit. Volatilitas pasar valas sepertinya akan tetap rendah dalam beberapa hari mendatang, hingga data minggu depan yang mungkin membuat pasar keluar dari rentang sempit saat ini. 

Situasinya mungkin berbeda untuk Pound, karena pemilu 12 Desember semakin dekat dan trader hanya berfokus pada satu hal, yaitu survei. Malam kemarin, hasil survei MRP YouGov yang sangat ditunggu-tunggu sudah diumumkan. Ini satu-satunya model yang memprediksi dengan akurat bahwa Theresa May akan kehilangan posisi mayoritas absolut di 2017, dan memprediksi Konservatif akan memenangkan kursi mayoritas signifikan. Ini membuat GBPUSD menguat, dan tekanan jual hanya akan terjadi apabila selisih antara Konservatif dan oposisinya, Partai Buruh, sangat menyempit. Semakin jelas bahwa hasil selain mayoritas Konservatif secara signifikan akan berdampak negatif pada Pound, jadi mari kita pantau terus hasil survei.