By Han Tan @HancTan, Market Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Saat belahan bumi utara memasuki musim panas, sentimen pasar di seluruh dunia mengarah ke selatan karena ketegangan dagang global yang semakin memanas. 

Investor secara umum telah mendapat pengetahuan bahwa masalah dagang ini adalah prahara global yang akan melibatkan banyak negara di seluruh dunia. Ini sama sekali bukan kabar gembira bagi sentimen pasar maupun momentum ekonomi, dan kita harus bersiap menghadapi berbagai potensi revisi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia karena keadaan eksternal yang serba tak menentu untuk perdagangan global.  

Ketidakpastian eksternal perkuat permintaan safe haven 

Keadaan yang membawa banyak ketidakpastian eksternal mengenai perdagangan global akan memastikan bahwa selera terhadap safe haven akan tetap tinggi. Investor diperkirakan akan sangat berhati-hati dalam menambahkan risiko ke portofolio mereka karena keadaan pasar yang rapuh. 

Emas berhasil melampaui $1309 setelah menguat sekitar 2,7 persen sejak 30 Mei. Yen Jepang berada di level terkuat terhadap Dolar AS sejak Januari, bertengger di wilayah 108 bawah pada saat laporan ini dituliskan. Imbal hasil obligasi Treasury 10-Tahun AS merosot di bahwa 2,13 persen ke level terendah sejak September 2017.

Ekuitas global baru saja mencatatkan penurunan bulanan pertama di 2019, menambah risiko yang tampak menjadi opsi yang tak memungkinkan bagi investor saat ini. 

Kecuali Presiden Trump berbalik drastis dan mulai peduli terhadap ekonomi global alih-alih mengutamakan janji kampanyenya, pasar harus menghadapi iklim investasi yang didominasi oleh ketegangan dagang dan kekhawatiran yang semakin meningkat.

Euro, Pound sedikit lega karena Dolar melemah... untuk saat ini

Indeks Dolar AS melemah menuju 97.75 pada saat laporan ini dituliskan, sehingga berbagai mata uang G10 bisa sedikit bernapas lega. Dolar dapat semakin melemah apabila PMI Manufaktur AS untuk bulan Mei yang akan dirilis Senin ini tidak berhasil mencapai ekspektasi pasar, karena isyarat ekonomi AS yang lebih lemah akan memperkuat kekhawatiran umum mengenai perlambatan ekonomi global di tahun 2019.

Walaupun baru saja menguat terhadap Dolar, Euro akan menghadapi tekanan negatif baru jika rilis data ekonomi pekan ini mengecewakan. Ini akan membuat Bank Sentral Eropa mempertahankan pandangan pesimis pada rapat kebijakan 6 Juni. Prospek Euro akan semakin suram apabila ketegangan antara AS-Tiongkok semakin menjadi dan memengaruhi permintaan ekonomi di Eropa. sedangkan perselisihan fiskal Italia dengan administrasi Uni Eropa mengancam mengikis sentimen investor di Zona Euro.

Peluang Euroskeptik kuasai 10 Downing Street dapat memperlemah Pound 

Investor Pound akan memantau perburuan Perdana Menteri Inggris baru, karena Theresa May bersiap untuk lengser dari posisinya sebagai PM Inggris pekan ini. 
Walaupun perubahan kepemimpinan diperkirakan tidak akan selesai sebelum akhir Juli, Pound tetap dapat bereaksi terhadap pergulatan politik antara 13 kandidat Perdana Menteri, di saat kekhawatiran mengenai Brexit tanpa kesepakatan memberi bayang-bayang gelap dalam transisi kepemimpinan ini.

Pound dapat semakin terperosok setelah turun lebih dari 3% terhadap Dolar bulan lalu ke level terendah sejak Januari apabila muncul kekhawatiran bahwa kandidat Euroskeptik naik tahta sebagai Perdana Menteri Inggris berikutnya.  

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi: FXTM