live chat Live chat
insight by wfx

Welcome to Wordwide FX's new enterprise!

Insight by WFX is a synthesis of our passion for languages and the financial markets. Here you will find technical and fundamental analyses from our clients, media partners and contributors in different languages, as well as discussions on languages and translation. And of course we will keep you updated on what is happening inside Wordwide FX Financial Translations. Hope you enjoy it! Greetings from the Wordwide FX team!

quotes
14/05/2018

FXTM's analysis in Arabic, Thai, Korean, and Indonesian, by Wordwide FX Financial Translations

author-image

By Wordwide FX Financial Translations

More good news for us at Wordwide FX Financial Translations. One of our best clients, Cyprus-based broker FXTM, has recently entrusted us with the translation of technical and fundamental analysis by the company's top analysts, Chief Market Analyst Jameel Ahmat, Chief Market Strategist Hussein Sayed, and Research Analyst Lukman Otunuga. It's a pleasure and a privilege for us to be a part of FXTM's global strategy and to help them reach out to more and more clients worldwide.

Our partnership with FXTM started over 2 years ago and day by day we've been able to build a fruitful cooperation. Now, we are proud to say we have become one of their most trusted providers of specialized FX translations and that we are in charge of over 15 languages, including Arabic, Indonesian, Spanish, Thai, Chinese, Italian, and much more.

It's a real pleasure to work hand in hand with the FXTM team: Web Content Manager Sofia Kotsou, Email Marketing Specialist Nina Plavnik, and PR Executive Olga Ulasovich, and of course with analysts Lukman Otunuga, Hussein Sayed, and Jameel Ahmat. We want to thank you very much for allowing us to share these fascinating materials here on our blog.

The Wordwide FX Team

 

 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
04/01/2017

Indikator dan Peristiwa FXPRIMUS - Selasa, 3 Januari 2017:  IHK Jerman, Indeks ISM AS, Belanja Konstruksi AS

author-image

By Marshall Gittler, Head of Investment Research at FXPRIMUS @FXPRIMUS. Translated by Wordwide FX Financial Translations

 

Perdagangan hari ini masih sepi. Walaupun sebagian besar pusat finansial sudah beroperasi, tapi banyak peserta pasar yang masih libur. Aktivitas mungkin baru beranjak normal pekan depan. 

PMI manufaktur Caixin China sudah diumumkan pada saat pasar Eropa dibuka. Data ini diprediksi tidak berubah, sedangkan PMI resmi turun 0.1 poin. Walau begitu, PMI resmi saat ini lebih tinggi dari versi Caixin, sehingga sepertinya kedua data ini semakin mendekat.

 


IHK negara bagian Saxony (Jerman) akan mengawali hari di Eropa. Tidak ada data proyeksi, tapi data ini sangat diperhatikan karena cenderung bergerak searah dengan data nasional.

Indeks harga konsumen terharmonisasi (HICP) nasional Jerman yang dirilis setelahnya diprediksi meningkat tajam karena harga bahan bakar ritel melonjak di bulan yang sama. Ini dapat memperkuat EUR karena data ini biasanya mengindikasikan peningkatan yang serupa untuk IHK Uni Eropa yang akan dirilis di hari Rabu. 


 
Indeks manufaktur ISM dan belanja konstruksi AS akan diumumkan hari ini. Indeks manufaktur ISM diprediksi meningkat signifikan sebesar 0.5 poin. Indeks Markit hanya sedikit meningkat di bulan yang sama (+0.1 poin) tapi indeks ini tetap lebih tinggi, sehingga kenaikan ISM hanya akan mendekati level Markit. Peningkatan besar ini di kala USD menguat mungkin akan dianggap sebagai sinyal sangat positif tentang ekonomi AS dan memperkuat USD. 

 

 

 

Indeks Prices Paid ISM juga diprediksi meningkat 1 poin, pertanda bahwa inflasi mulai memanas. Ini dapat meyakinkan FOMC bahwa proyeksi mereka tentang inflasi yang terus meningkat mulai menjadi kenyataan dan menjadi penguat alasan FOMC untuk meningkatkan suku bunga. Indeks Prices Paid ini juga mungkin memperkuat USD. 
Pembangunan hunian multi-keluarga baru di AS merosot di bulan November dengan penurunan terbesar di lebih dari 50 tahun terakhir. Ini mungkin akan mengganggu belanja konstruksi secara umum. Meninjau hal ini, peningkatan MoM yang sesuai proyeksi yaitu 0.5% adalah hasil yang cukup baik dan dapat memperkuat USD. Sayangnya, sepertinya ada kemungkinan bahwa rilis kali ini tidak berhasil mencapai proyeksi. 

 
 
 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
15/12/2016

Rupiah menguat menjelang rapat FOMC

author-image

By Lukman Otunuga @Lukman_FXTM, Research Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Rupiah menguat terhadap Dolar AS pekan lalu. USDIDR mendekati 13280 karena meningkatnya optimisme bahwa fase kedua program amnesti pajak akan berlangsung sukses membuat investor semakin tertarik pada Rupiah. Perekonomian Indonesia berulang kali menunjukkan sinyal stabilitas tahun ini. Dana senilai USD 7,5 miliar dolar diperkirakan akan kembali ke Indonesia sebelum akhir tahun sehingga PDB keseluruhan pun diharapkan akan terdongkrak. Investor akan memperhatikan rapat FOMC di hari Rabu pekan ini yang sangat diperkirakan akan meningkatkan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan semakin memperkuat Dolar dan Rupiah berpotensi melemah.

Kesepakatan non-OPEC mengangkat harga WTI 

Harga minyak mentah WTI melonjak ke level tertinggi tahunan baru di atas $53 pada awal perdagangan hari Senin setelah tercapainya kesepakatan OPEC dan non-OPEC untuk memangkas produksi pada hari Sabtu lalu untuk mengatasi masalah oversuplai. Setelah satu tahun yang penuh dengan perselisihan dan ketidaksepakatan untuk memangkas produksi, produsen non-OPEC akhirnya setuju untuk mengurangi produksinya sebesar 558.000 barel per hari - sebuah penurunan yang sangat mengesankan. OPEC sebelumnya sudah menyepakati pemangkasan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari bulan ini, sehingga pemangkasan produksi agregat untuk OPEC dan non-OPEC adalah sekitar 1,76 juta barel per hari. Mengingat optimisme semakin tinggi bahwa para produsen minyak dunia akan bahu membahu mengatasi masalah oversuplai, harga minyak dapat semakin meningkat dan selera risiko serta saham global pun dapat menguat di jangka pendek.

Walaupun harga minyak memantul hebat, masih ada kekhawatiran apakah kesepakatan pemangkasan produksi ini akan dapat dipatuhi oleh seluruh anggota OPEC dan non-OPEC. Kesepakatan ini tidak mengikat secara hukum dan tidak ada penalti apa pun apabila ada pihak yang melanggar, sehingga wajar apabila ada keraguan apakah para anggota kartel akan memenuhi komitmennya. Pelanggaran kesepakatan ini dapat menekan harga minyak di jangka menengah dan panjang. Investor bearish juga akan sangat memperhatikan reaksi produsen minyak serpih (shale oil) As terhadap peningkatan harga minyak. Jumlah sumur aktif di AS telah bertambah 21 sumur dengan total 498 sumur pada 9 Desember - peningkatan tertinggi sejak harga minyak melampaui $50.

Efek optimisme saat ini yang mendukung harga minyak mungkin bersifat terbatas. $60 akan menjadi level resistance yang sulit ditaklukkan pembeli di Tahun Baru ini. Investor bearish dapat memanfaatkan kecurigaan dan ketidakpercayaan antar anggota kartel saat ini untuk membuat harga minyak semakin melemah di jangka yang lebih panjang. Dari sudut pandang teknikal, investor bullish tetap memegang kendali di rentang waktu harian. Momentum bullish saat ini berpotensi mengantarkan harga minyak menuju $55.

Dollar melemah menjelang rapat FOMC 

Dolar As mendominasi seluruh mata uang mayor lainnya di perdagangan hari Senin. Indeks Dolar stabil di atas 101.00 dengan begitu besarnya ekspektasi bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga AS di rapat hari Rabu pekan ini. CME FedWatch menunjukkan probabilitas 95% bahwa suku bunga akan ditingkatkan sebelum akhir tahun. Karena itu, investor akan lebih tertarik untuk memperhatikan konferensi pers Yellen dan dot plot yang mungkin dapat memberi pencerahan tentang jadwal pergerakan suku bunga AS di tahun 2017. 

Ketidakpastian masih sangat menghantui sentimen pasar. Karena itu, Fed mungkin akan berhati-hati dengan mempertahankan proyeksi dua kenaikan suku bunga di tahun 2017 walaupun optimisme terhadap strategi stimulus fiskal Donald Trump yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan dan inflasi pun semakin besar.
Sentimen tetap sangat bullish terhadap USD dan melemahnya USD akan dianggap sebagai koreksi teknikal. Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar sangat bearish pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakout intraday di atas 101.50 maka akan terbuka jalan menuju 102.00.
 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
06/12/2016

Indeks Harga Saham Gabungan Tetap Tangguh

author-image

By Lukman Otunuga @Lukman_FXTM, Research Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia menampilkan daya tahannya di perdagangan hari Senin. Harga ditutup +0.43% walaupun selera risiko investor sangat terganggu oleh hasil referendum Italia. Sentimen terhadap ekonomi terbesar Asia Tenggara ini tetap optimistis karena data domestik yang positif menciptakan prospek positif dalam periode menengah dan panjang. Menjelang akhir tahun, perhatian terhadap program amnesti pajak semakin meningkat. Bank Indonesia memperkirakan Indonesia akan mengalami surplus neraca pembayaran sebesar $15 miliar tahun ini karena repatriasi aset. 
Rupiah cukup menguat terhadap Dolar pada perdagangan hari Senin karena membaiknya sentimen. Penurunan yang lebih tajam untuk USDIDR dapat terjadi apabila harga berhasil menaklukkan level 13400.


Pasar finansial diwarnai kegelisahan di hari Senin 

Penghindaran risiko semakin memuncak pada awal perdagangan hari Senin karena Perdana Menteri Italia Matteo Renzi kalah telak dalam referendum reformasi konstitusional yang memicu kekhawatiran terkait instabilitas politik di Eropa. Hasil "TIDAK" yang sangat mengejutkan ini dianggap negatif untuk ekonomi Zona Euro. Pengunduran diri Matteo Renzi akan menjadi alasan untuk pemilu Italia diadakan lebih awal di tahun depan. Hasil ini dikhawatirkan memicu gejolak terhadap perbankan Austria. Selain itu, peningkatan ketidakpastian dapat merusak sentimen risiko terhadap Euro dengan cepat. Investor semakin gelisah bahwa hasil referendum ini akan berdampak negatif terhadap keanggotaan Italia di Uni Eropa. Euro berpotensi semakin melemah hingga akhir tahun. Ketidakpastian masa depan Italia telah memicu wacana perpanjangan program pembelian obligasi European Central Bank (ECB) pada rapat kebijakan Desember demi mengusahakan stabilitas.

Euro bears dengan cepat mengeksploitasi ketidakpastian pasca referendum Italia guna mengantarkan EURUSD ke level terendah 21 bulan terbaru di harga 1.050 pada sesi perdagangan Senin ini. Dari sudut pandang teknikal, EURUSD sangat bearish pada rentang waktu harian karena secara konsisten terdapat level terendah yang lebih rendah dan level tertinggi yang lebih rendah. Level support sebelumnya di sekitar 1.065 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.050.

 


 
 

GBP menguat 

GBP sedikit menguat menjelang sidang Mahkamah Agung hari Senin ini yang sudah ditunggu-tunggu karena dapat menentukan apakah persetujuan Parlemen diperlukan sebelum pengaktifan Pasal 50. 2016 adalah tahun penuh gejolak bagi GBP karena masalah Brexit masih terus merusak ketertarikan investor terhadap mata uang ini. Walaupun keputusan sidang empat hari ini baru akan diketahui di bulan Januari, GBP dapat mengalami volatilitas ekstrem karena peserta pasar secara sistematis masuk dan keluar posisi untuk mencari keuntungan trading dari peristiwa Brexit. Investor akan lebih memperhatikan nada sidang ini. Apabila ada sinyal tambahan bahwa Theresa May akan mengaktifkan Pasal 50 di bulan Maret, maka itu dapat menjadi alasan bagi investor yang bearish terhadap GBP untuk menyerang.

Reaksi pasar yang tidak bersemangat terhadap data sektor jasa Inggris yang positif Senin ini adalah salah satu isyarat bahwa masalah Brexit masih terus berlanjut. Data sektor jasa Inggris meningkat menjadi 55.2 dengan laju pertumbuhan paling cepat dalam 10 bulan terakhir di November ini, namun tidak banyak berpengaruh untuk mengatasi kekhawatiran pasca Brexit. Sentimen terhadap ekonomi Inggris perlahan membaik namun dilema Brexit terus menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian dapat membuat GBP terus tertekan di masa mendatang. Walaupun kemungkinan Bank of England meningkatkan stimulus terus melemah karena data yang membaik, posisi GBP tetap rentan karena USD menguat. 

Dari sudut pandang teknikal, pantulan teknikal GBPUSD saat ini mungkin terbatas di tingkat resistance 1.2850 sebelum kembali melemah. 

 


 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
22/11/2016

Indeks Harga Saham Gabungan di Bawah Tekanan

author-image

By Lukman Otunuga @Lukman_FXTM, Research Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Indeks Harga Saham Gabungan terpapar pada risiko penurunan di sesi perdagangan hari Senin. Harga ditutup -0.42% lebih rendah karena meningkatnya harapan kenaikan suku bunga di bulan Desember memicu arus keluar modal dar Pasar Berkembang. Rupiah juga rentan mengalami sedikit penurunan terhadap Dolar AS karena investor masih mencerna situasi terkait terpilihnya Trump. Walaupun Pasar Berkembang berpotensi semakin melemah di jangka pendek berkaitan dengan kemenangan Trump, prospek perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini secara umum masih tetap menjanjikan. Perlu kita perhatikan bahwa Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan sebanyak enam kali di tahun 2016 demi memacu permintaan domestik dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Suku bunga 7-day repo saat ini adalah 4.75%. Optimisme terhadap dampak positif jangka panjang dari program amnesti pajak terhadap ekonomi Indonesia masih terus meningkat. Hasil fase kedua yang menggembirakan mungkin dapat memulihkan ketertarikan investor terhadap Rupiah dan IHSG.
USD semakin menguat 


Apresiasi USD yang mengguncang pasar telah membuktikan bahwa kemenangan Trump dan meningkatnya harapan kenaikan suku bunga AS di bulan Desember dapat menjadi pondasi bagi investor bullish untuk menyerang tanpa ampun. Sentimen terhadap USD saat ini luar biasa bullish dan optimisme bahwa kepemimpinan Donald Trump akan memperkuat pertumbuhan ekonomi AS memastikan bahwa mata uang ini terus berkibar. Data ekonomi AS berulang kali membuktikan stabilitas ekonomi dan seluruh pejabat Fed mengeluarkan penyataan bernada hawkish sehingga Dolar semakin menjadi primadona. Rilis notulen rapat FOMC Rabu ini akan menarik perhatian pasar karena mungkin dapat memberikan kejelasan final yang dibutuhkan untuk memastikan ekspektasi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember.


Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar bullish pada rentang waktu harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih tinggi dan level terendah yang lebih tinggi. Level resistance sebelumnya yaitu 100.50 dapat berubah menjadi level support tegas yang mengundang investor bullish untuk membuka jalan menuju 102.00.

GBP tetap bearish 

Ketidakpastian kental mewarnai pasar dengan ramainya perdebatan antara para pakar finansial tentang bagaimana cara menangani skenario Brexit yang sulit. Sterling tetap sangat terbebani oleh masalah Brexit dan dapat semakin merosot apabila sentimen beli terhadap mata uang ini terus melemah. Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed di bulan Desember ini semakin meningkat dan kombinasi bearish antara lemahnya GBP serta kuatnya USD dapat memicu anjloknya GBPUSD. Penutupan mingguan GBPUSD di bawah 1.240 dapat membuat investor bearish menyeret harga semakin rendah lagi menuju 1.220. 


 
WTI positif di awal pekan 


Minyak mentah WTI mengalami pantulan hebat di perdagangan hari Senin dengan reli harga menuju $47 karena bangkitnya harapan tercapainya kesepakatan pembekuan level produksi OPEC pada rapat formal 30 November mendatang. Komentar dari menteri perminyakan Iran dan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang optimisme mereka bahwa OPEC akan dapat mencapai kesepakatan pemangkasan level produksi dan juga efek Trump telah menumbuhkan ketertarikan investor terhadap komoditas ini. Walaupun peningkatan jangka pendek yang mendadak ini cukup mengesankan, harga WTI masih tetap tertekan oleh masalah oversuplai yang sangat serius. Pantulan teknikal saat ini dapat menjadi peluang bagi para penjual untuk menyerang apabila OPEC mengulangi situasi Doha pada rapat formal November ini.


Sorotan mata uang - EURUSD
 

EURSD semakin terperosok di perdagangan pekan lalu dengan harga ditutup di bawah 1.060 karena komentar Draghi yang bernada dovish dan masalah ketidakstabilan politik di Eropa merusak ketertarikan investor terhadap Euro. Ekspektasi bahwa ECB akan memperpanjang kebijakan moneternya di tengah ketidakpastian saat ini tetap besar. Selain itu, Dolar yang menguat karena semakin besarnya harapan kenaikan suku bunga AS dapat terus memberi tekanan kepada EURUSD. Level support sebelumnya di sekitar 1.075 dapat berubah menjadi resistance dinamis yang membuka jalan kembali menuju 1.060.
 


Untuk informasi selengkapnya, kunjungi  FXTM

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi dan tidak boleh dianggap sebagai saran pribadi dan/atau saran investasi lainnya dan/atau penawaran dan/atau ajakan transaksi instrumen keuangan apa pun dan/atau jaminan dan/atau prediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin akurasi, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan Risiko: Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada.


CATATAN UNTUK EDITOR

FXTM menyediakan layanan brokerage internasional dan membuka akses menuju pasar valas global, memfasilitasi trading forex, logam mulia, CFD Saham, CFD ETF, dan CFD Futures Komoditas. Trading tersedia via platform MT4 dan MT5 dengan spread mulai 1.3 pada akun trading Standard dan mulai 0.1 pada akun trading ECN. Dukungan dan layanan trading unggul disediakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan klien - baik untuk klien pemula, trader berpengalaman, maupun investor institusional. ForexTime Limited diatur oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Siprus (CySEC) dengan nomor lisensi 185/12, memegang lisensi dari FSB Afrika Selatan dengan nomor FSP 46614, dan terdaftar di FCA Inggris dengan nomor referensi 600475. FT Global Limited diatur oleh Komisi Jasa Keuangan Internasional (IFSC) dengan nomor lisensi IFSC/60/345/TS dan IFSC/60/345/APM.

    
 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
18/11/2016

Keputusan suku bunga Bank Indonesia menarik perhatian

author-image

By Lukman Otunuga @Lukman_FXTM, Research Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Efek kejutan dari kemenangan Trump di kancah pemilihan presiden Amerika Serikat masih terasa di Pasar Berkembang sehingga mungkin memaksa Bank Indonesia untuk mengambil posisi waspada dalam rapat kebijakan di hari Kamis yang tidak mengubah suku bunga acuan utama. November adalah bulan yang penuh tantangan bagi sebagian besar negara berkembang karena USD yang menguat dan peningkatan ekspektasi suku bunga AS mengurangi ketertarikan investor pada aset pasar berkembang. Rupiah melemah terhadap Dolar bulan ini dan IHSG masih terus mencoba untuk pulih. Terlepas dari ketidakpastian jangka pendek saat ini, prospek jangka panjang secara umum untuk ekonomi terbesar Asia Tenggara ini masih terlihat menjanjikan. Perhatian akan tertuju pada kinerja program amnesti pajak. Apabila program ini sukses, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat terbantu.

USD tetap menguat

Terpilihnya Trump sebagai Presiden AS mungkin adalah peristiwa terpenting untuk Indeks Dolar tahun ini yang saat ini berkisar di level tertinggi 11 bulan di 100.35 pada saat laporan ini dituliskan. Kemenangan yang sangat mengejutkan ini meningkatkan harapan kenaikan suku bunga AS di bulan Desember dan memperkuat optimisme perbaikan pertumbuhan ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump. Data ekonomi AS bulan ini berulang kali menunjukkan stabilitas ekonomi. Data penjualan ritel Oktober menggembirakan di level 0.8% dan semakin mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan. Sentimen bullish terhadap USD ini dapat mencapai level tertinggi di tahun 2016 dan menjadi motivasi bagi investor bullish untuk mengadakan aksi beli besar-besaran. Perhatian investor akan terarah pada laporan Indeks Harga Produsen yang apabila menguat dapat memperhebat apresiasi USD.


Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar sangat bullish pada rentang waktu harian karena harga diperdagangkan di atas 20 dan 200 SMA. Level resistance sebelumnya yaitu sekitar 100.00 dapat berubah menjadi level support dinamis yang membuka peningkatan menuju 100.50.

Harga emas terus tertekan

Emas mengalami penjualan besar di Jumat lalu dan harga terperosok menuju $1210 pekan ini karena efek negatif dari peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan menguatnya USD memicu para penjual untuk terus menyerang. Logam mulia ini kehilangan pesonanya karena siklus risk-on dan dapat semakin tidak menarik karena efek Trump membuat investor lebih melirik aset berisiko. Penutupan mingguan tegas di bawah $1250 adalah sinyal yang dibutuhkan para penjual untuk melanjutkan kecenderungan bearish terhadap emas. Dari sudut pandang teknikal, harga berada di bawah 20 SMA harian sedangkan MACD juga telah melintas ke bawah. Level support sebelumnya sekitar $1250 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang memicu penurunan menuju $1200. Breakdown yang tegas di bawah $1210 juga dapat membuka jalan menuju $1200.

 

Harga WTI memantul ke $46

Minyak mentah WTI mengalami pantulan hebat di hari Selasa sore menuju $46 karena peningkatan harapan tercapainya kesepakatan pembekuan level produksi OPEC pada rapat 30 November mendatang. Berita bahwa Sekjen OPEC dan Menteri Perminyakan Saudi mengadakan diskusi informal dengan Rusia menjelang rapat formal juga memicu para spekulan untuk meningkatkan taruhannya pada potensi kesepakatan pembekuan level produksi. Mengingat OPEC telah berulang kali mengeksploitasi sensitivitas harga minyak untuk membuat lonjakan harga spekulatif, namun hal ini mungkin harus dibayar mahal apabila investor kembali dikecewakan. Masalah oversuplai besar masih tetap membebani sentimen. Kekhawatiran pada kemungkinan menurunnya permintaan karena perlambatan pertumbuhan global dapat menahan peningkatan harga.

Peserta pasar akan memperhatikan laporan persediaan minyak mentah hari ini. Apabila laporan ini menampilkan peningkatan persediaan, maka minyak mungkin menghadapi aksi jual. Dari sudut pandang teknikal, bears dapat kembali berkuasa apabila WTI merosot ke bawah $45.

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi  FXTM

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi dan tidak boleh dianggap sebagai saran pribadi dan/atau saran investasi lainnya dan/atau penawaran dan/atau ajakan transaksi instrumen keuangan apa pun dan/atau jaminan dan/atau prediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin akurasi, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

post-image