live chat Live chat
insight by wfx

Welcome to Wordwide FX's new enterprise!

Insight by WFX is a synthesis of our passion for languages and the financial markets. Here you will find technical and fundamental analyses from our clients, media partners and contributors in different languages, as well as discussions on languages and translation. And of course we will keep you updated on what is happening inside Wordwide FX Financial Translations. Hope you enjoy it! Greetings from the Wordwide FX team!

quotes
ID postlanguage-image
07/06/2019

Ketegangan dagang global beri bayang-bayang panjang pada sentimen pasar

author-image

By Han Tan @HancTan, Market Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Saat belahan bumi utara memasuki musim panas, sentimen pasar di seluruh dunia mengarah ke selatan karena ketegangan dagang global yang semakin memanas. 

Investor secara umum telah mendapat pengetahuan bahwa masalah dagang ini adalah prahara global yang akan melibatkan banyak negara di seluruh dunia. Ini sama sekali bukan kabar gembira bagi sentimen pasar maupun momentum ekonomi, dan kita harus bersiap menghadapi berbagai potensi revisi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia karena keadaan eksternal yang serba tak menentu untuk perdagangan global.  

Ketidakpastian eksternal perkuat permintaan safe haven 

Keadaan yang membawa banyak ketidakpastian eksternal mengenai perdagangan global akan memastikan bahwa selera terhadap safe haven akan tetap tinggi. Investor diperkirakan akan sangat berhati-hati dalam menambahkan risiko ke portofolio mereka karena keadaan pasar yang rapuh. 

Emas berhasil melampaui $1309 setelah menguat sekitar 2,7 persen sejak 30 Mei. Yen Jepang berada di level terkuat terhadap Dolar AS sejak Januari, bertengger di wilayah 108 bawah pada saat laporan ini dituliskan. Imbal hasil obligasi Treasury 10-Tahun AS merosot di bahwa 2,13 persen ke level terendah sejak September 2017.

Ekuitas global baru saja mencatatkan penurunan bulanan pertama di 2019, menambah risiko yang tampak menjadi opsi yang tak memungkinkan bagi investor saat ini. 

Kecuali Presiden Trump berbalik drastis dan mulai peduli terhadap ekonomi global alih-alih mengutamakan janji kampanyenya, pasar harus menghadapi iklim investasi yang didominasi oleh ketegangan dagang dan kekhawatiran yang semakin meningkat.

Euro, Pound sedikit lega karena Dolar melemah... untuk saat ini

Indeks Dolar AS melemah menuju 97.75 pada saat laporan ini dituliskan, sehingga berbagai mata uang G10 bisa sedikit bernapas lega. Dolar dapat semakin melemah apabila PMI Manufaktur AS untuk bulan Mei yang akan dirilis Senin ini tidak berhasil mencapai ekspektasi pasar, karena isyarat ekonomi AS yang lebih lemah akan memperkuat kekhawatiran umum mengenai perlambatan ekonomi global di tahun 2019.

Walaupun baru saja menguat terhadap Dolar, Euro akan menghadapi tekanan negatif baru jika rilis data ekonomi pekan ini mengecewakan. Ini akan membuat Bank Sentral Eropa mempertahankan pandangan pesimis pada rapat kebijakan 6 Juni. Prospek Euro akan semakin suram apabila ketegangan antara AS-Tiongkok semakin menjadi dan memengaruhi permintaan ekonomi di Eropa. sedangkan perselisihan fiskal Italia dengan administrasi Uni Eropa mengancam mengikis sentimen investor di Zona Euro.

Peluang Euroskeptik kuasai 10 Downing Street dapat memperlemah Pound 

Investor Pound akan memantau perburuan Perdana Menteri Inggris baru, karena Theresa May bersiap untuk lengser dari posisinya sebagai PM Inggris pekan ini. 
Walaupun perubahan kepemimpinan diperkirakan tidak akan selesai sebelum akhir Juli, Pound tetap dapat bereaksi terhadap pergulatan politik antara 13 kandidat Perdana Menteri, di saat kekhawatiran mengenai Brexit tanpa kesepakatan memberi bayang-bayang gelap dalam transisi kepemimpinan ini.

Pound dapat semakin terperosok setelah turun lebih dari 3% terhadap Dolar bulan lalu ke level terendah sejak Januari apabila muncul kekhawatiran bahwa kandidat Euroskeptik naik tahta sebagai Perdana Menteri Inggris berikutnya.  

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi: FXTM                     
 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
30/05/2019

Euro hampir tak bereaksi pada hasil pemilu Parlementer Eropa

author-image

By Jameel Ahmad @Jameel_FXTM, Chief of Market Analysis with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Oleh Jameel Ahmad, Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM 
Euro membuka pekan trading baru sedikit lebih kuat terhadap Dolar setelah hasil awal pemilu Parlementer Eropa, mengisyaratkan bahwa mainstream telah berhasil mengatasi hasil yang dikhawatirkan yaitu gelombang populis di Uni Eropa. Hasil sementara menunjukkan bahwa dukungan terhadap partai populis dan Euroskeptik menurun, menyiratkan bahwa momentum untuk anti-establishment relatif terbatas setidaknya untuk saat ini. Ini berarti Eurodollar seharusnya mendapatkan dukungan dari harapan keberlanjutan kebijakan di Eropa. 

Hasil pemilu Parlementer Eropa tidak menyampaikan bahwa politik Eropa akan mengalami kejutan jangka pendek, menyoroti bahwa arah Euro di jangka yang lebih panjang akan ditentukan oleh kekuatan global seperti prospek dagang AS-Tiongkok.

Kunjungan Presiden Trump ke Jepang tidak memperingatkan ketegangan dagang AS-Jepang 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melanjutkan kunjungan empat hari ke Jepang. Di saat yang sama, investor global terus bertanya-tanya mengenai prospek dagang global ke depannya. 

Kunjungan Trump ini tentu dicermati untuk mencari pertanda mengenai prospek dagang global di masa mendatang, namun pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tidak mengisyaratkan bahwa akan ada perubahan mendadak mengenai keadaan dagang AS-Jepang yang dikhawatirkan pasar. 

Tiongkok peringatkan untuk tidak menjual Yuan!

Mata uang offshore Yuan Tiongkok sedikit menguat ke bawah level 6.90 untuk pertama kalinya sejak 15 Mei setelah pemimpin otoritas perbankan dan asuransi Tiongkok memperingatkan bahwa mereka yang mengambil posisi short Yuan akan "menderita kerugian besar".  Pernyataan ini telah dicerna sebagai peringatan bagi investor bahwa bahkan setelah perang tarif bulan ini, Tiongkok tidak mengubah pandangannya untuk mengizinkan Yuan offshore melemah guna mendukung tarif lebih besar.

Tujuh tetap menjadi angka keramat bagi USDCNH dan komentar dari pemimpin otoritas perbankan dan asuransi Tiongkok memberi tahu kita bahwa pemerintah Tiongkok tak akan ragu untuk mengintervensi pasar FX apabila dianggap diperlukan. 

Ini bukan hanya dipandang positif bagi Yuan, namun diperkirakan untuk menolong mata uang di seluruh Asia yang harus menghadapi risiko negatif tak terduga bulan ini karena tekanan terhadap Yuan. Peringatan dari Tiongkok ini memberi momentum positif bagi Ringgit Malaysia, Rupiah Indonesia, Dolar Singapura, dan tentu saja Yuan Tiongkok.

Presiden Afrika Selatan Ramaphosa janjikan "era baru" saat pelantikan  

Bukan hanya pemilu Parlementer Eropa dan kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Jepang yang menjadi sorotan peristiwa politik di akhir pekan. Cyril Ramaphosa menyatakan tekadnya untuk membawa "harapan dan pembaruan" ke Afrika Selatan dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden Afrika Selatan.  

Sejak Presiden Ramaphosa menjadi pimpinan Afrika Selatan hampir satu tahun lalu menggantikan Jacob Zuma, ia telah disoroti untuk memperbaiki ekonomi Afrika Selatan yang terpuruk selama bertahun-tahun, dan terus tertinggal dibandingkan pasar berkembang lain dalam satu dekade terakhir.    
 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
14/05/2019

Data perdagangan eksternal, keputusan kebijakan moneter Indonesia jadi sorotan di tengah rintangan global

author-image

By Han Tan @HancTan, Market Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Indonesia akan merilis data perdagangan eksternal bulan April pada hari Rabu. Ekspor dan impor mencatat penurunan tahunan pada tiga bulan pertama 2019. Tren turun yang berlanjut dari data ini akan menyoroti rintangan global yang memengaruhi ekonomi Indonesia. Meninjau kenaikan tarif AS yang diberlakukan terhadap barang Tiongkok pada 10 Mei dan berpotensi terus ditingkatkan, hambatan dagang yang semakin besar akan berdampak negatif pada ekonomi Asia, di tengah perlambatan pertumbuhan global secara umum.

Di saat berbagai risiko eksternal begitu besar, keputusan Bank Indonesia pekan ini mungkin selaras dengan tren regional, mengingat bank sentral Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru semuanya mengurangi suku bunga acuan pekan lalu. Kita belum mengetahui apakah BI akan menghapuskan sebagian dari kenaikan 175 bps yang diterapkan tahun lalu guna membantu Rupiah yang telah melemah 1.2 persen terhadap Dolar di sepanjang bulan Mei.

Pasar menunggu perkembangan dagang AS-Tiongkok berikutnya

Ketegangan dagang AS-Tiongkok diperkirakan akan menjadi tajuk utama pekan ini. Pasar Asia membuka hari Senin dengan menjauhi risiko. Kecuali Yen Jepang, sebagian besar mata uang Asia telah melemah terhadap Dolar AS. Shanghai Composite Index dibuka 1.5 persen lebih rendah sebelum pulih dari penurunan pada saat laporan ini dituliskan. Sebagian besar saham Asia juga melemah di Senin pagi. Sementara itu, futures S&P 500 turun satu persen, berpotensi menambah kesulitan bagi saham AS yang telah mengalami penurunan terbesar mingguan di 2019 pada pekan lalu.

Di akhir pekan, Presiden AS Donald Trump memberi sinyal yang bervariasi mengenai pendekatannya terhadap negosiasi dagang dengan Tiongkok. Di satu sisi, ia membuat cuitan bahwa negosiasi akan dilanjutkan secara "bersahabat", dan bahwa "tidak perlu tergesa-gesa sama sekali". Sebaliknya, Trump juga mengatakan bahwa ia senang "memungut tarif yang besar" dan menyuruh Tiongkok untuk "bertindak sekarang". Cuitan ini dibuat di tengah laporan bahwa negosiator dagang AS memberi waktu satu bulan kepada pihak Tiongkok untuk mencapai kesepakatan atau mengancam akan memberlakukan tarif AS terhadap semua impor Tiongkok.

Skenario dasar pasar tidak kokoh?

Mengingat Trump begitu sulit diprediksi, upaya untuk memprediksi hasil akhir negosiasi dagang AS-Tiongkok berisiko melibatkan skenario dasar yang tidak kokoh sama sekali. Pada saat laporan ini dituliskan, pasar masih menunggu detail mengenai "langkah tanggapan" Tiongkok" terhadap tarif AS yang lebih tinggi yang diberlakukan pada $200 miliar barang Tiongkok pada 10 Mei. Perlu diingat bahwa Presiden Trump juga menyampaikan kemungkinan tarif 25 persen terhadap $325 miliar lagi barang Tiongkok yang saat ini belum dikenakan tarif. Walaupun tampaknya sebagian peserta pasar masih menunggu kesepakatan dagang resmi antara AS-Tiongkok, aksi jual aset berisiko pekan lalu dapat berarti pasar bersiap menghadapi volatilitas lebih tinggi karena keadaan dagang di masa mendatang. 

Potensi deviasi arah ekonomi AS-Tiongkok dapat tingkatkan ketidakpastian pasar

Selain komentar dari kedua pemerintah mengenai perdagangan, investor juga akan memantau indikator ekonomi penting dari AS dan Tiongkok yang akan diumumkan pekan ini. Data produksi industri dan penjualan ritel dari AS dan Tiongkok akan dirilis hari Rabu, di saat ketegangan antara kedua ekonomi terbesar dunia ini semakin panas. Momentum pertumbuhan ekonomi AS diprediksi tetap stabil, sedangkan Tiongkok telah menampilkan sinyal semakin stabil dalam beberapa bulan terakhir. Perbedaan signifikan dari arah pertumbuhan tersebut dapat menambah ketidakpastian di pasar.

Safe haven menguat karena Trump menyuruh Tiongkok untuk "bertindak sekarang"

Trump memberi tahu Tiongkok untuk "bertindak sekarang", tapi investor tidak perlu menunggu perintah dari Presiden AS untuk menghindari risiko. Emas kini berada di pertengahan $1280 dan Yen Jepang menguat, USDJPY semakin menurun di bawah 110. Sementara itu, Indeks Dolar (DXY) stabil di kisaran 97.3 saat ini, setelah mengalami penurunan selama dua pekan berturut-turut.

Kurangnya kemajuan dalam kebuntuan negosiasi dagang AS-Tiongkok dapat membentuk lingkungan yang mendukung aset safe haven, dan memburuknya ketegangan dapat mengangkat nilai emas dan JPY secara signifikan.
 

post-image
quotes
30/04/2019

Wordwide FX Gives Back to Orangutans

author-image

By Wordwide FX Financial Translations

Giving back a bit of good luck

I really like the concept of "giving back", unique to the English-speaking world. Because we believe that to us, privileged people living in privileged corners of the planet, it is a must to give back part of our good luck to deserving causes. We give back because we owe it to them.

Human beings are complex animals able to do extraordinary things, but also despicable ones. And human greed, materialism, and sheer stupidity can be immeasurable. To many of us, it is very difficult to come to terms with the fact that the human species is able to bring to the brim of extinction other beings sharing this planet with us out of greed.  We are guilty of crimes against the planet, against wildlife, and against our own fellow humans. And if any of us can spare a few bucks at the end of the month, it is just as fair that we give them back to those we hurt every day, even if only indirectly. 

Why Orangutans

"Orangutans are the most intelligent beings on the planet after human beings", we learn on The Orangutan Project, "and they adapt to the environment by passing on culture thorugh each generation. A self-aware being, as intelligent as a six year old child, their drive to extinction is an individual story of horror as they are macheted and burnt alive as an agricultural pest." 

Orangutans are also one of the most vulnerable creatures in the planet. They are the slowest reproducing species in the world, which makes them prone to extinction, and tragically they live in an area of the planet that is being quickly destroyed by a few multinational companies turning the rainforest to unsustainable forms of agriculture such as palm oil or pulp paper. 

The Orangutan Project and other associations devoting their lives and efforts to protecting orangutans (or chimpanzees, or gorilas, or whales...) sure deserve these few bucks we can spare at the end of the month. They deserve much more. Please help them, too, if you can.

 

 

post-image
quotes
ID postlanguage-image
03/04/2019

Pasar global buka Q2 dengan positif, Rupiah stabil

author-image

By Hussein Sayed, Chief Market Strategist with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Mata uang pasar berkembang bervariasi pada hari Selasa. Investor meninjau kembali masalah pertumbuhan global dan risiko geopolitik. Peningkatan optimisme mengenai ekonomi AS dan data ekonomi positif dari Tiongkok mengurangi kekhawatiran mengenai perlambatan berbagai ekonomi terbesar dunia. Mood pasar yang membaik meningkatkan selera risiko dan mendukung mata uang pasar berkembang. Rupiah stabil terhadap Dolar. USDIDR bergerak di kisaran 14238 pada saat laporan ini dituliskan. Kalender ekonomi Indonesia tidak memiliki rilis data ekonomi penting di sepanjang pekan ini, sehingga Rupiah kemungkinan tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal menjelang laporan lapangan kerja AS di hari Jumat.
Investor mendapat alasan baru untuk terus membeli aset berisiko karena performa triwulan pertama menggembirakan. Prospek manufaktur yang lebih cerah di dunia ekonomi terbesar dunia, AS dan Tiongkok, membantu meredam kekhawatiran mengenai perlambatan laju pertumbuhan ekonomi global. Aktivitas produksi Tiongkok secara mengejutkan meningkat di bulan Maret, dengan laju paling cepat dalam delapan bulan terakhir. PMI Manufaktur Markit/Caixin mengalami ekspansi setelah kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Upaya pemerintah untuk melonggarkan kebijakan moneter dan fiskal sepertinya mulai menunjukkan hasil. Apabila negosiasi dagang Tiongkok-AS mengalami kemajuan positif, investor akan melihat data ekonomi mendatang semakin membaik. 
Sektor manufaktur AS juga bangkit luar biasa di bulan Maret dari level terendah selama lebih dari dua tahun. Data pemesanan baru, penyerapan tenaga kerja, dan produksi di sektor ini memberi kejutan positif. Data ini membantu mengangkat saham AS ke level tertinggi tahun ini. Obligasi Treasury AS mencatat penjualan paling tinggi dalam tiga bulan, dan imbal hasil Obligasi 10-Tahun meningkat sebesar 8 basis poin. Kenaikan imbal hasil jangka panjang mengantarkan pada kurva imbal hasil yang semakin tajam setelah mengalami inversi pekan lalu.  
Tapi saat ini masih terlalu dini untuk dapat menyimpulkan bahwa ekonomi AS telah berbalik arah. Penjualan ritel merosot 0.2% bulan lalu karena konsumen rumah tangga mengurangi belanja perabot, elektronik, bahan bangunan, dan sandang. Mengingat belanja konsumen berkontribusi lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, kita harus melihat peningkatan belanja untuk dapat mengatakan bahwa momentum mulai naik. Terlalu mengandalkan satu bagian informasi saja dapat menyesatkan, karena itu investor harus terus waspada, terutama mengingat posisi dovish yang diambil Fed dan hasil positif negosiasi dagang AS-Tiongkok sudah terefleksikan pada harga di pasar saham. 
Di pasar mata uang, Pound Inggris mencatat pergerakan terbesar pada hari Senin. Setelah menguat terhadap Dolar ke 1.3149, Pound anjlok lebih dari 1% dan kembali menyentuh 1.30 karena empat opsi Brexit alternatif semuanya ditolak oleh Parlemen. Kekalahan kemarin meningkatkan kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan, karena para politikus Inggris hanya memiliki 10 hari lagi untuk mengambil keputusan. Theresa May mungkin akan mencoba lagi untuk meraih dukungan perjanjian keluar, tapi jika May kembali gagal untuk keempat kalinya, harus ada rencana alternatif untuk menghindari Brexit tanpa kesepakatan. Untuk saat ini, sepertinya memperpanjang tenggat Brexit adalah skenario yang paling mungkin terjadi. Tapi jika voting indikatif memberi dukungan untuk serikat pabean atau referendum kedua, Pound mungkin akan mengalami reli besar-besaran.  
 

post-image
quotes
28/02/2019

Importance Of Indonesian Language And Indonesia Around The Globe

author-image

By Wordwide FX Financial Translations

Via tridindia.com

By Achia Sharma

There is a huge Importance of Indonesian Language and Indonesia, considering the fact that Indonesia is one of the fastest and steadily growing economies in the world today. With a population of more than 43 million natives and a lot of high profile tourist destinations, the. In this article, we will explore the why and how’s of navigating this bustling and highly potential market.

Brief Intro Of The Indonesian Language

Bahasa or Bahasa Indonesia is the official language of the South Asian country of Indonesia. Home to 43 million native speakers, it is undoubtedly one of the most popular languages in the country. The language has been spoken in the land for centuries and therefore is a part of the standardized Register of Malay.

Other than the native language of Bahasa, the 43 million residents of Indonesia are fluent in 700 other local dialects. Prominent examples of these local languages include Sundanese, Javanese and also Balinese. However, despite the popularity of these 700 other languages, the country provides most of its formal education and other official communication to the public in Indonesian, as it is undoubtedly understood by all and even to a large number of immigrants in the country, along with a substantial amount of foreigners visiting the country every year.

The name Indonesian for the language which is originally known as Bahasa Indonesian is commonly found in popular languages spoken in the world and also English.

Popular English words with Indonesian origin

During the rule of the Great Britain in the British colonies of Malay and the monarchy’s short stay in Java, the English language borrowed a substantial number of words from the Indonesian language. These words, borrowed from the Malay language family is also known as kata serapan in the local language. But the distinctive factor is not all words were borrowed from Bahasa alone, some were borrowed from local dialects such as Javanese and Sundanese as well.

The main purpose of loaning words from the Indonesian language is to describe things which are uniquely Indonesian like flora and fauna of the country, known as Cockatoo and Komodo. Both these English words have Indonesian roots. Another popular reason to loan words from Indonesian is to describe the local art forms such as wayang, kris and batik among others.

The most recent stint of borrowing English words from Indonesian is to describe volcanic occurrences and to describe food processing materials such as tempeh and agar. Mentioned below are some of the most popular English words with an Indonesian, Javanese or Sundanese origin. Language learning is fun, and this list will simply give you an idea of that. Also, the list is not exhaustive and has been categorized into subsections for a better understanding of the reader.

1. Animals: Dugong from the Indonesian word Duyung, Orangutan, Siamang, Tokay or gecko from the Javanese word Tolek, Tapir, Bantam named after the town of Banten.

2. Nature: Bamboo from the Indonesian word Bambu, Meranti which is a kind of tropical tree inhabitant to the country, Pandanus from Pandan, Sago from the Indonesian word Sagu, Cajuput from the Indonesian word Kayu Putih.

3. Fruits: Salak from the Indonesian word Zalacca, Papaya from Pepaya, Cempedak and Mangosteen from the Indonesian word Manggis.

4. Food Items: Agar which is used in food processing and manufacture, Ketchup from the Indonesian word kecap which means soy sauce and not tomato sauce, Satay from the Javanese word of Sate.

5. Textiles and Clothes: Batik a type of textile and weaving technique from the Javanese word Batik, Ikat, Songket, Sarong from the Indonesian word Sarung and Canting from the Javanese word Canting.

6. Musical Instruments: Gong which is a very popular musical instrument in the country as well as Gamelan and Angklung.

7. Nautical Archaeology: Popular words used in the industry like Junk which originated from the Indonesian word Jong, Proa from the Javanese word Prahu as well as Indonesian word Perahu.

8. Hoplology: Sjamnok which is a kind of weapon made from wood and used to punish slaves originated from the Indonesian word Cambuk.

9. Anthroponomastics: Popular English names like Mata Hari has its roots in the Indonesian word Mata Hari meaning Sun.

10. Psychology: Psychological terms used to describe the human state and mind like Latah and Amok.

Indonesia Business Economy

Indonesia is one of the richest countries in the world when it comes to the supply of natural resources like natural gas, crude oil, gold and copper. This is why more and more businesses are investing in Indonesian translation, in order to expand their business at the said location. Over the years Indonesia has popularized its name for being a manufacturing centre and the country’s Gross Domestic Product or GDP, and Price Per Capita or PPC is estimated at 3.481 trillion United States Dollar and $13,120 respectively.

 

post-image