live chat Live chat
insight by wfx

Welcome to Wordwide FX's new enterprise!

Insight by WFX is a synthesis of our passion for languages and the financial markets. Here you will find technical and fundamental analyses from our clients, media partners and contributors in different languages, as well as discussions on languages and translation. And of course we will keep you updated on what is happening inside Wordwide FX Financial Translations. Hope you enjoy it! Greetings from the Wordwide FX team!

quotes
ID postlanguage-image
02/12/2019

Data AS gemilang, saham capai rekor baru

author-image

By Hussein Sayed, Chief Market Strategist with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Ditulis 28/11/2019 pukul 06.15 GMT
•    Indeks utama AS mencapai rekor tertinggi baru di hari Rabu 
•    Saham AS tergelincir setelah Presiden Trump tanda tangani UU pro-demokrasi Hong Kong
•    Survei pemilu jadi penggerak utama trader Pound 

Indeks utama AS dan imbal hasil Treasury mengalami reli di malam hari. S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan NASDAQ Composite mencapai rekor tertinggi baru setelah rilis data ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi. 

PDB kuartal ketiga naik lebih tinggi dari proyeksi awal. Ekonomi AS berkembang dengan laju 2.1%, dibandingkan data pertama 1.9%. Revisi naik untuk akumulasi persediaan adalah kontributor besar pada data revisi ini, dan merefleksikan keyakinan bisnis, bahkan jika sifatnya sedikit kurang positif. Pemesanan barang modal inti AS di bulan Oktober mencapai kenaikan terbesar dalam sembilan bulan, yang juga menyiratkan bahwa perusahaan lebih yakin untuk berbelanja mesin dan barang tahan lama lainnya. Investasi bisnis adalah faktor yang pengaruhnya tidak besar dalam pertumbuhan ekonomi terkini AS, yang sangat mengandalkan konsumen. Jika data terus menunjukkan optimisme bisnis, PDB kuartal keempat juga dapat memberi kejutan positif. 

Trump tanda tangani UU pro-demokrasi Hong Kong

Reli pasar saham global selama beberapa pekan terakhir digerakkan terutama oleh laporan dan pernyataan resmi bahwa kesepakatan dagang "fase satu" AS-Tiongkok hampir tercapai.  Persetujuan legislasi Hong Kong yang mendukung demonstran kemungkinan mengancam kesepakatan dagang, karena Tiongkok menekankan kembali ancamannya untuk melakukan langkah balasan. 

Walau begitu, melihat reaksi awal dari sesi trading Asia, sepertinya investor tidak terlalu khawatir. Walaupun pasar saham menurun, penurunannya tidak signifikan dan tidak menunjukkan ancaman besar terhadap pasar bull saat ini. Walau begitu, reli mungkin terhambat hingga ada kejelasan mengenai kesepakatan dagang. Jika investor merasa kesepakatan dagang benar-benar terancam, aksi jual besar-besaran dapat terjadi di bulan Desember. Investor masih waspada dan memantau untuk saat ini. 

Mata uang terjebak di rentang sempit 

Yen sebagai mata uang safe haven menguat terhadap mata uang mayor lainnya setelah Presiden Trump menandatangani UU pro-demokrasi Hong Kong, namun reaksi ini bersifat terbatas, dan sebagian besar mata uang mayor masih berada di rentang trading yang sempit. Volatilitas pasar valas sepertinya akan tetap rendah dalam beberapa hari mendatang, hingga data minggu depan yang mungkin membuat pasar keluar dari rentang sempit saat ini. 

Situasinya mungkin berbeda untuk Pound, karena pemilu 12 Desember semakin dekat dan trader hanya berfokus pada satu hal, yaitu survei. Malam kemarin, hasil survei MRP YouGov yang sangat ditunggu-tunggu sudah diumumkan. Ini satu-satunya model yang memprediksi dengan akurat bahwa Theresa May akan kehilangan posisi mayoritas absolut di 2017, dan memprediksi Konservatif akan memenangkan kursi mayoritas signifikan. Ini membuat GBPUSD menguat, dan tekanan jual hanya akan terjadi apabila selisih antara Konservatif dan oposisinya, Partai Buruh, sangat menyempit. Semakin jelas bahwa hasil selain mayoritas Konservatif secara signifikan akan berdampak negatif pada Pound, jadi mari kita pantau terus hasil survei.    

post-image
quotes
02/12/2019

Barcelona's Casa de Canvi: The First Regulator in History

author-image

By Wordwide FX Financial Translations

The first "regulator" in history was created in Barcelona in 1401. That year, a bank of exchange and of common and safe deposit was established under the authority of the municipal magistracy, that ended up working as a de facto regulator of commerce and bankers. The Casa de canvi ("house of exchange" in Catalan) was the first entity of this kind in Europe, even before the Bank of St. George at Genoa (1407). In this kind of common bank communities and individuals kept commodities and cash in any currency and credit was given according to the value of each project.

Late 14th and early 15th century was a time of crisis all around Europe. The plague decimated a population that knew nothing of hygiene and sanitary conditions; Barcelona itself had 50.000 inhabitants in 1348 and c. 28.000 in 1400. The church, preying on superstition and ignorance,  blamed the Jewish population on grounds that they refused to adhere to the "true faith". Commerce, external and internal, was paralyzed. Thus the bank of exchange was born as a means to boost, regulate, and protect maritime commerce. 

The goals of the Taula de canvi were to fund trade initiatives that did not have or could not find funding because of the hardships of the time, and to regulate trade and control bankers that committed fraud or other offences. If that happened, the responsibles for the Casa de canvi smashed that banker's money-changing table with a hammer and the offender was taken to justice. It was at that time that the word "bankruptcy" (that literally means, "break a bank" - the word "bank" meant originally "bench", "table") became popular.

Below, Barcelona in the14th century. From George Braun and Frans Hogenberg, Civitates Orbis Terrarum (1572). Source, Viquipèdia.

post-image
quotes
ID postlanguage-image
07/06/2019

Ketegangan dagang global beri bayang-bayang panjang pada sentimen pasar

author-image

By Han Tan @HancTan, Market Analyst with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Saat belahan bumi utara memasuki musim panas, sentimen pasar di seluruh dunia mengarah ke selatan karena ketegangan dagang global yang semakin memanas. 

Investor secara umum telah mendapat pengetahuan bahwa masalah dagang ini adalah prahara global yang akan melibatkan banyak negara di seluruh dunia. Ini sama sekali bukan kabar gembira bagi sentimen pasar maupun momentum ekonomi, dan kita harus bersiap menghadapi berbagai potensi revisi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia karena keadaan eksternal yang serba tak menentu untuk perdagangan global.  

Ketidakpastian eksternal perkuat permintaan safe haven 

Keadaan yang membawa banyak ketidakpastian eksternal mengenai perdagangan global akan memastikan bahwa selera terhadap safe haven akan tetap tinggi. Investor diperkirakan akan sangat berhati-hati dalam menambahkan risiko ke portofolio mereka karena keadaan pasar yang rapuh. 

Emas berhasil melampaui $1309 setelah menguat sekitar 2,7 persen sejak 30 Mei. Yen Jepang berada di level terkuat terhadap Dolar AS sejak Januari, bertengger di wilayah 108 bawah pada saat laporan ini dituliskan. Imbal hasil obligasi Treasury 10-Tahun AS merosot di bahwa 2,13 persen ke level terendah sejak September 2017.

Ekuitas global baru saja mencatatkan penurunan bulanan pertama di 2019, menambah risiko yang tampak menjadi opsi yang tak memungkinkan bagi investor saat ini. 

Kecuali Presiden Trump berbalik drastis dan mulai peduli terhadap ekonomi global alih-alih mengutamakan janji kampanyenya, pasar harus menghadapi iklim investasi yang didominasi oleh ketegangan dagang dan kekhawatiran yang semakin meningkat.

Euro, Pound sedikit lega karena Dolar melemah... untuk saat ini

Indeks Dolar AS melemah menuju 97.75 pada saat laporan ini dituliskan, sehingga berbagai mata uang G10 bisa sedikit bernapas lega. Dolar dapat semakin melemah apabila PMI Manufaktur AS untuk bulan Mei yang akan dirilis Senin ini tidak berhasil mencapai ekspektasi pasar, karena isyarat ekonomi AS yang lebih lemah akan memperkuat kekhawatiran umum mengenai perlambatan ekonomi global di tahun 2019.

Walaupun baru saja menguat terhadap Dolar, Euro akan menghadapi tekanan negatif baru jika rilis data ekonomi pekan ini mengecewakan. Ini akan membuat Bank Sentral Eropa mempertahankan pandangan pesimis pada rapat kebijakan 6 Juni. Prospek Euro akan semakin suram apabila ketegangan antara AS-Tiongkok semakin menjadi dan memengaruhi permintaan ekonomi di Eropa. sedangkan perselisihan fiskal Italia dengan administrasi Uni Eropa mengancam mengikis sentimen investor di Zona Euro.

Peluang Euroskeptik kuasai 10 Downing Street dapat memperlemah Pound 

Investor Pound akan memantau perburuan Perdana Menteri Inggris baru, karena Theresa May bersiap untuk lengser dari posisinya sebagai PM Inggris pekan ini. 
Walaupun perubahan kepemimpinan diperkirakan tidak akan selesai sebelum akhir Juli, Pound tetap dapat bereaksi terhadap pergulatan politik antara 13 kandidat Perdana Menteri, di saat kekhawatiran mengenai Brexit tanpa kesepakatan memberi bayang-bayang gelap dalam transisi kepemimpinan ini.

Pound dapat semakin terperosok setelah turun lebih dari 3% terhadap Dolar bulan lalu ke level terendah sejak Januari apabila muncul kekhawatiran bahwa kandidat Euroskeptik naik tahta sebagai Perdana Menteri Inggris berikutnya.  

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi: FXTM                     
 

post-image
quotes
06/06/2019

Language of the Week: Hebrew, the Revived Language of the Ibri

author-image

By Wordwide FX Financial Translations

Many people think that we linguists speak lots of languages. While this is not usually true, it is a fact that we are curious about all of them - that is certainly my case.

I took up Hebrew a while ago when I was a student at the University of Barcelona. This was my fisrt contact with a Semitic language, and I can say I really enjoyed it. My instructor, professor Jaime Vándor, who repretably passed away in 2014, fled from the Nazis in 1939 and seeked refuge in Hungary. In 1947, he was reunited with his father in Barcelona, together with his brother and their mother.

Hebrew, a West Semitic language, is the only living Canaanite language left. The name Ibri, from which the word Hebrew derives, was one of the name of the Israelite people. The script is derived from Paleo-Hebrew, the writing system used by Israelites in the historic kingdoms of Israel and Judah in the 10th century BCE, and the script as we know it today was already used in the 5th century BC. Hebrew is the only successful example of a revived dead language. By 200-400 AD is was almost extint, replaced by Aramaic and Greek, both lingua franca at that time, but it survived into the Middle Ages in Jewish liturgy, rabbinic literature, Jewish commerce and poetry. In the 19th century it was revived as a spoken and literary language. 

The responsible for the revival of Hebrew was Eliezer Ben-Yehuda (1858-1922). Born in Belarus, his first language was Russian, so his Hebrew was highly influenced by this language in grammar, lexicon, and style. This special circumstance was reflected in his work on the revival of Hebrew, which now has a "Slavic flavor", like professor Vandor used to say. 

Today, Hebrew is spoken by around 9 million people, 5 of which are native speakers, and it is the oficial language of Israel.

Photo below: Eliezer Ben-Yehuda in his desk in Jerusalem, 1912.

post-image
quotes
ID postlanguage-image
30/05/2019

Euro hampir tak bereaksi pada hasil pemilu Parlementer Eropa

author-image

By Jameel Ahmad @Jameel_FXTM, Chief of Market Analysis with FXTM. Translated by Wordwide FX Financial Translations

Oleh Jameel Ahmad, Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM 
Euro membuka pekan trading baru sedikit lebih kuat terhadap Dolar setelah hasil awal pemilu Parlementer Eropa, mengisyaratkan bahwa mainstream telah berhasil mengatasi hasil yang dikhawatirkan yaitu gelombang populis di Uni Eropa. Hasil sementara menunjukkan bahwa dukungan terhadap partai populis dan Euroskeptik menurun, menyiratkan bahwa momentum untuk anti-establishment relatif terbatas setidaknya untuk saat ini. Ini berarti Eurodollar seharusnya mendapatkan dukungan dari harapan keberlanjutan kebijakan di Eropa. 

Hasil pemilu Parlementer Eropa tidak menyampaikan bahwa politik Eropa akan mengalami kejutan jangka pendek, menyoroti bahwa arah Euro di jangka yang lebih panjang akan ditentukan oleh kekuatan global seperti prospek dagang AS-Tiongkok.

Kunjungan Presiden Trump ke Jepang tidak memperingatkan ketegangan dagang AS-Jepang 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melanjutkan kunjungan empat hari ke Jepang. Di saat yang sama, investor global terus bertanya-tanya mengenai prospek dagang global ke depannya. 

Kunjungan Trump ini tentu dicermati untuk mencari pertanda mengenai prospek dagang global di masa mendatang, namun pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tidak mengisyaratkan bahwa akan ada perubahan mendadak mengenai keadaan dagang AS-Jepang yang dikhawatirkan pasar. 

Tiongkok peringatkan untuk tidak menjual Yuan!

Mata uang offshore Yuan Tiongkok sedikit menguat ke bawah level 6.90 untuk pertama kalinya sejak 15 Mei setelah pemimpin otoritas perbankan dan asuransi Tiongkok memperingatkan bahwa mereka yang mengambil posisi short Yuan akan "menderita kerugian besar".  Pernyataan ini telah dicerna sebagai peringatan bagi investor bahwa bahkan setelah perang tarif bulan ini, Tiongkok tidak mengubah pandangannya untuk mengizinkan Yuan offshore melemah guna mendukung tarif lebih besar.

Tujuh tetap menjadi angka keramat bagi USDCNH dan komentar dari pemimpin otoritas perbankan dan asuransi Tiongkok memberi tahu kita bahwa pemerintah Tiongkok tak akan ragu untuk mengintervensi pasar FX apabila dianggap diperlukan. 

Ini bukan hanya dipandang positif bagi Yuan, namun diperkirakan untuk menolong mata uang di seluruh Asia yang harus menghadapi risiko negatif tak terduga bulan ini karena tekanan terhadap Yuan. Peringatan dari Tiongkok ini memberi momentum positif bagi Ringgit Malaysia, Rupiah Indonesia, Dolar Singapura, dan tentu saja Yuan Tiongkok.

Presiden Afrika Selatan Ramaphosa janjikan "era baru" saat pelantikan  

Bukan hanya pemilu Parlementer Eropa dan kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Jepang yang menjadi sorotan peristiwa politik di akhir pekan. Cyril Ramaphosa menyatakan tekadnya untuk membawa "harapan dan pembaruan" ke Afrika Selatan dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden Afrika Selatan.  

Sejak Presiden Ramaphosa menjadi pimpinan Afrika Selatan hampir satu tahun lalu menggantikan Jacob Zuma, ia telah disoroti untuk memperbaiki ekonomi Afrika Selatan yang terpuruk selama bertahun-tahun, dan terus tertinggal dibandingkan pasar berkembang lain dalam satu dekade terakhir.    
 

post-image
quotes
23/05/2019

Language of the Week: Icelandic, Viking Speech Preserved

author-image

By Wordwide FX Financial Translations

As a lover of Germanic languages and having had the chance to learn some German and Swedish, I've always been curious about Icelandic, the language of the North Atlandic island discovered and populated in the 7th century by Norsemen from different points of Scandinavia, most notably Flóki Vilgerðarson, one of the main characters of the TV show Vikings.  

With roughly 560.000 native speakers, Icelandinc (islenska) stands out among Scandinavian languages for being the closest to Old Norse, the speech of the Vikings. True, also Danish, Faroese, Norwegian, and Swedish, derive from Old Norse, but due to geogrgaphical isolation Icelandic has retained lots of features of their ancestor's speech, to the extent that Old Norse is also known among the linguistics community as "Old Icelandic" (even though, technically, Old Icelandic should be synonym with Old West Norse). The conservation of the language means that modern Icelanders are able to read the Eddas, the Sagas, and other classic Old Norse literary works created in the Viking period between the 10th and the 13th centuries. 

It is funny to think that modern Icelandic could be mutually intelligible with a language spoken so many centuries ago (at least partially, because although the written language remains quite close, the pronunciation is not the same), but it is no longer so with the other contemporary Scandinavian languages, not even with it's closest relative, Faroese.

The main difference between Icelandic and the other Scandinavian languages is that Icelandic keeps many grammatical features of other ancient Germanic languages, most notably the inflection system. While Norwegian, Danish, and Swedish have lost their inflections, Icelandic retains four cases: nominative, accusative, dative, and genitice. Also, like Old English (or modern German), nouns have 3 grammatical genders: masculine, feminine, and neuter. 

Icelandic has also retained with old letters that used to be used to write Old English and Old Norse, but that the other Germanic languages have dropped: Þ, þ (þorn, modern English "thorn") and Ð, ð (, anglicised as "eth" or "edh"), representing the voiceless and voiced "th" sounds (as in English thin and this), respectively. 

The good health of the Icelandic language is in charge of Ari Páll Krinstinsson, head of the Ari Magnússon institute for Icelandic studies (in the photo, below). Some people fear that, due to the low demography, Icelandic will die out soon. Jón Gnarr, the comedian who became the mayor of Rejkjavik, was quoted on The WOold in Words in 2015: "I think Icelandic is not going to last. Probably in this century we will adopt English as our language. I think it's unavoidable". Ari Magnússon also has the same fears: "English is everywhere, from the moment we wake up untill we die". The language is also closely linked to the feeling of Iceland as a nation: "If we lost the Icelandic language there will be no Icelandic nation", said poet Krinstinsson, a feelilng shared by speakers of many minority languages.  

 

 

post-image